Klik1Detik.com, Pati-Pemerintah Kabupaten Pati terus mempercepat pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Pati. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), salah satu pekerjaan yang dilaksanakan adalah rehabilitasi jalan Prawoto - Jalan batas Kabupaten Kudus yang berada di wilayah Kecamatan Sukolilo kabupaten Pati.
Rehabilitasi jalan Prawoto sampai batas kabupaten Kudus, melalui APBD Pati tahun 2026 dianggarkan Rp. 4.684.662.336,-
kini dikerjakan CV Karya Bangun sejak 3 Juni 2026 dengan SP NO. EP-01KSF7XQ92DZEC6XG48X5XTNVP, tanggal 02 Juni 2026 , jangka waktu
120 hari kalender.
Penanggung jawab lapangan Topo mengatakan sampai dengan hari ini CV Karya Bangun mengerjakan 800 meter Rabat beton, 1200 meter Aspal dan 850 meter Talud.
Pekerjaan Rabat Beton sepanjang 800 meter, lebar jalan 5 meter dengan tinggi/tebal 30 centi meter.
Talud di pinggir jalan yang berfungsi sebagai dinding penahan tanah untuk mencegah longsor dan menjaga kestabilan struktur jalan, dibangun sepanjang 850 meter kanan / kiri jalan.
Talud jalan Rabat beton setinggi 2 meter, sedangkan Talud
Jalan beraspal tinggi 120 cm.
Pengaspalan sepanjang 1250 meter lebar jalan 5 meter dengan ketebalan 5 - 7 centi meter menggunakan aspal hotmic.
Kepala DPUTR Kabupaten Pati Riyoso melalui Kabid Bina Marga Hasto Utomo menyampaikan, ruas jalan tersebut masuk dalam program rehabilitasi jalan dengan pagu anggaran sebesar Rp 4.684.662.336.
Menurut Hasto, penanganan jalan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Pati dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memberikan akses jalan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Pelaksanaan pembangunan jalan Prawoto - Batas Kabupaten Kudus diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kelancaran mobilitas masyarakat.
“Penanganan jalan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur, sehingga akses masyarakat maupun aktivitas perekonomian dapat berjalan lebih baik,” jelasnya saat dikonfirmasi di kantornya
Selain meningkatkan konektivitas antar wilayah, perbaikan jalan tersebut juga diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas sektor pertanian, perdagangan, dan distribusi hasil produksi. ( Agus )
