Klik1Detik.com, Pati-Ada 45 sekolah yang menerima penghargaan sekolah Adiwiyata tahun 2025, di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (27/1).
Dalam acara penyerahan Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa sekolah harus berperan aktif menanamkan kepedulian lingkungan hidup kepada peserta didik. "Sehingga penerapannya tak hanya saat di sekolah saja tapi juga diterapkan saat di masyarakat,” tegas Chandra.
Kegiatan itu merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Pati kepada sekolah-sekolah yang konsisten membangun budaya peduli lingkungan melalui pendidikan.
Penyerahan penghargaan meliputi kategori Sekolah Adiwiyata Mandiri, Nasional, Provinsi, dan Kabupaten.
“Penghargaan Adiwiyata ini bukan tujuan akhir. Justru menjadi penguat komitmen sekolah dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli dan berbudaya lingkungan,” ujar Chandra dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan lingkungan hidup perlu diterapkan secara nyata dan berkelanjutan.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap isu lingkungan yang semakin kompleks.
“Melalui kebijakan sederhana seperti menjaga kebersihan, mengelola sampah, memperhatikan sanitasi dan drainase, konservasi air dan energi, hingga menanam pohon, anak-anak kita dilatih peka terhadap persoalan lingkungan,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati Tulus Budiharjo menyampaikan bahwa Program Sekolah Adiwiyata merupakan upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah.
Program tersebut mendorong terbentuknya perilaku ramah lingkungan melalui keterlibatan seluruh warga sekolah.
“Program Adiwiyata bertujuan mewujudkan sekolah berkarakter lingkungan. Penilaiannya dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga mandiri,” jelas Tulus.
Pada tahun 2025, Kabupaten Pati mencatat satu sekolah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, empat sekolah Adiwiyata Nasional, 13 sekolah Adiwiyata Provinsi, dan 31 sekolah Adiwiyata Kabupaten.
Pemerintah Kabupaten Pati berharap capaian tersebut menjadi penguat gerakan pendidikan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.( Aguspras )
