Langkah penanganan yang direncanakan meliputi penggeseran alur sungai untuk mengurangi tekanan arus air yang terus menggerus badan jalan di sekitar lokasi. Selain itu, pemasangan bronjong sebagai pengaman sementara juga akan segera dilakukan guna mengantisipasi longsor susulan selama proses perbaikan berlangsung.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan, jajaran Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan identifikasi kerusakan serta menyusun langkah mitigasi cepat yang paling efektif.
Talud yang mengalami kerusakan berada tepat di bawah akses jalan desa yang menjadi jalur penghubung masyarakat sekaligus akses menuju area pertanian warga. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, abrasi sungai yang terus berlangsung berisiko memperluas kerusakan pada badan jalan apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, Pemkab Pati mengambil langkah cepat dengan menerjunkan alat berat untuk menata kembali alur sungai sehingga arus air tidak langsung menghantam tebing dan talud yang sudah mengalami kerusakan.
Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan proses penanganan berjalan optimal. Upaya ini merupakan bagian dari langkah mitigasi bencana guna melindungi infrastruktur publik serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Gunungwungkal.
Dengan adanya penanganan darurat tersebut, diharapkan risiko longsor susulan dapat diminimalkan dan akses transportasi warga tetap terjaga hingga perbaikan permanen dapat dilaksanakan.(Agus)
